
Hidangan khas lokal seperti ketupat, lontong, berbagai kue tradisional tampak tersaji di meja-meja warga. FOTO: Aef05/PORTALBMI.ID
SAMBAS – PORTALBMI.ID – Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram di Kabupaten Sambas unik dan menarik, uniknya karena ada lebaran di Tahun Baru Islam, 1 Muharram dan berlangsung hanya 1 hari, di 1 Muharram tersebut. Menariknya lebaran ini tidak semua ada desa atau Kecamatan di Kab. Sambas.
Setiap desa atau kecamatan punya tradisinya masing – masing. Misalnya di Desa Jawai Laut, Dusun Kalang Bau lebaranya ditandai dengan makan bersama di sepanjang jalan utama, masing masing penduduk membawa lauk pauk dengan menu utamanya Ketupat. Tidak lupa kue kue tradsional, kue kering dan kue lapis.
Lain lagi di Kec. Teluk Keramat, makan bersama dilakukan di rumah, tamunya berasal dari tetangga sekitar dan keluarga terdekat yang dilakukan secara bergantian dan saling mengunjungi. Dengan menu utama Ketupat.
Sehingga lebaran 1 hari di momen Tahun Baru Islam, 1 Muharram ini disebut juga dengan lebaran ketupat.
Meski momen “lebaran” ini secara kalender hanya berlangsung selama satu hari, antusiasme dan kemeriahan yang ditunjukkan masyarakat setempat tetap luar biasa tinggi.
Sejak pagi hari, suasana khidmat sekaligus meriah sudah terasa di berbagai desa dan kecamatan yang merayakannya.
Selain disi dengan “lebaran ketupat” 1 Muharram juga diisi dengan syiar Islam. Masyarakat berbondong-bondong memadati masjid dan surau untuk melaksanakan doa bersama, istighosah, serta mendengarkan ceramah agama guna menyambut lembaran tahun yang baru.

Salah seorang warga Teluk Keramat, Suryadi (54), menuturkan bahwa esensi dari perayaan ini adalah pemanfaatan waktu yang singkat untuk berkumpul bersama keluarga besar.
“Walaupun lebaran Muharram ini cuma satu hari, tidak seperti Idulfitri yang liburnya panjang, kami tetap mengusahakan untuk pulang kampung atau minimal mengunjungi orang tua, kerabat terdekat dan tetangga. Ini sudah jadi tradisi turun-temurun di sini,” ujarnya.
Hidangan khas lokal seperti ketupat, lontong, berbagai kue tradisional tampak tersaji di meja-meja warga untuk menyambut tamu yang datang dari berbagai penjuru kampung.
Arman (35) warga di Kecamatan Jawai mengapresiasi kondusifitas dan tingginya toleransi serta semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh warga.
“Kami sangat bangga melihat kekompakan warga. Peringatan 1 Muharram yang singkat ini justru memperlihatkan betapa padatnya nilai spiritual dan sosial yang dimiliki masyarakat” ujarnya
Semoga di tahun baru ini, Kabupaten Sambas, semakin berkah yang benar benar membawa kemajuan, bukan hanya slogan. Sejahtera masyarakatnya, bertambah meningkat spritualitasnya.
(Aef05-PBMI)








