
Kegiatan yang mengusung tema "Meneguhkan Nilai Spiritual untuk Mewujudkan Pendidikan yang Berkemajuan" ini menjadi bagian dari upaya memperkuat karakter kepemimpinan dan ideologi Muhammadiyah. FOTO: Santoso06/PORTALBMI.ID
SUKABUMI – PORTALBMI.ID – Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pamulang menggelar kegiatan Baitul Arqom Pimpinan Sekolah pada 4–5 Juli 2026 di Sukabumi.
Kegiatan yang mengusung tema “Meneguhkan Nilai Spiritual untuk Mewujudkan Pendidikan yang Berkemajuan” ini menjadi bagian dari upaya memperkuat karakter kepemimpinan dan ideologi Muhammadiyah bagi para pimpinan sekolah di lingkungan PCM Pamulang.

Berdasarkan informasi pada spanduk kegiatan, Baitul Arqom berlangsung selama dua hari, bertepatan dengan 19–20 Muharram 1448 Hijriah, sebagai wadah pembinaan bagi kepala sekolah dan unsur pimpinan pendidikan Muhammadiyah agar mampu menjalankan amanah kepemimpinan dengan landasan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan.
Kegiatan Baitul Arqom merupakan salah satu program kaderisasi Muhammadiyah yang bertujuan memperkuat pemahaman keislaman, ideologi Persyarikatan, integritas kepemimpinan, serta membangun budaya organisasi yang profesional dan berkemajuan. Program serupa juga secara rutin diselenggarakan di berbagai lingkungan Muhammadiyah sebagai bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia.

Menurut Dr. Muhammad Dwifajri, M.Pd.I., yang membidangi Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK), Promosi, Teknologi Informasi, dan Kemahasiswaan, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan kepemimpinan, melainkan proses pembinaan karakter yang menempatkan nilai spiritual sebagai fondasi utama dalam mengelola lembaga pendidikan.
Ia menjelaskan bahwa pimpinan sekolah Muhammadiyah memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu membentuk karakter peserta didik sesuai nilai-nilai Islam yang berkemajuan.
“Baitul Arqom menjadi momentum bagi para pimpinan sekolah untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan sehingga setiap kebijakan yang diambil selalu berorientasi pada dakwah, pelayanan pendidikan, serta kemajuan umat,” ujar Dr. Muhammad Dwifajri, M.Pd.I.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi informasi yang berlangsung sangat cepat. Oleh karena itu, para pemimpin sekolah dituntut mampu mengintegrasikan kemajuan teknologi dengan nilai-nilai spiritual sehingga digitalisasi pendidikan tetap berada dalam koridor etika dan ajaran Islam.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi informasi tidak hanya sebatas mendukung administrasi sekolah, tetapi juga menjadi media dakwah, promosi sekolah, peningkatan mutu layanan pendidikan, hingga membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat.
Di bidang promosi pendidikan, Dr. Muhammad Dwifajri menilai sekolah Muhammadiyah perlu terus meningkatkan kualitas publikasi berbagai program unggulan agar semakin dikenal masyarakat luas. Strategi promosi yang baik harus mampu menunjukkan bahwa sekolah Muhammadiyah tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga dalam pembinaan akhlak, kepemimpinan, dan karakter peserta didik.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antarpimpinan sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan Muhammadiyah yang saling menguatkan melalui inovasi, pertukaran pengalaman, dan pemanfaatan teknologi secara optimal.

Selain itu, penguatan Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) tetap menjadi ruh utama seluruh aktivitas pendidikan Muhammadiyah. Nilai-nilai tersebut harus tercermin dalam budaya sekolah, proses pembelajaran, pelayanan kepada peserta didik, hingga tata kelola kelembagaan.
Melalui pelaksanaan Baitul Arqom ini, diharapkan seluruh pimpinan sekolah mampu menjadi teladan dalam kepemimpinan, memiliki integritas yang tinggi, serta mampu membawa sekolah Muhammadiyah menjadi lembaga pendidikan yang unggul, adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam dan ideologi Muhammadiyah.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Pamulang dalam mencetak pemimpin-pemimpin pendidikan yang profesional, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan dunia pendidikan di era transformasi digital tanpa meninggalkan identitas Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berkemajuan.
(Santoso06-PBMI)








