
Klenteng/Vihara Boen Hay Bio (Hanzi: 文海廟) adalah klenteng Tionghoa tertua di Kota Tangerang Selatan yang dibangun tahun 1694. FOTO: PORTALBMI.ID
SERPONG – PORTALBMI.ID – Boen Hay Bio (Hanzi: 文海廟) adalah klenteng/Vihara Tionghoa tertua di Kota Tangerang Selatan yang dibangun tahun 1694. Klenteng ini berlokasi di Jalan M Arohim, Cilenggang, Serpong, Kota Tangerang Selatan.
Menurut keterangan Mpek Yo Tjong Hin, Vihara Karunayala sudah cukup tua. Sudah ada sejak 337 tahun silam. Ketika itu masih berbentuk rumah kebaya yang berdinding papan dengan dua pintu.

“Saat itu umat hanya memuja gambar tua Kongco Kwan Seng Tee Koen. Namun gambar tua di atas selembar kertas antisobek itu, sampai sekarang tidak tahu raib ke mana,” ujar Tjong Hin, yang pada dekade 1960-an menjabat sebagai Wakil Ketua Perkumpulan Boen Hay Bio.
Seingat Tjong Hin, gambar tua yang hilang itu berupa Kongco Kwan Seng Tee Koen sedang menunggang kuda dengan pakaian perang kebesarannya.
Sekarang, setelah mengalami renovasi, Boen Hay Bio memiliki patung Kongco Kwan Seng Tee Koen beserta dua orang pengawal sebagai tuan rumah.
Klenteng Boen Hay Bio (Vihara Jala) memiliki dua saudara yaitu Klenteng Boen Tek Bio (Vihara Padumutara) berada di Pasar Lama Tangerang yang di bangun tahun 1684, dan Klenteng Boen San Bio (Vihara Nimmala) berada di Pasar Baru Tangerang di bangun tahun 1689 ketiganya dibangun dipinggiran kali Cisadane dan berada pada satu garis lurus.
Arti filosofi dari ketiga klenteng/Vihara tersebut Kebajikanya (Tek) Setinggi Gunung (San) dan Seluas Lautan (Hay)
Ada beberapa Daftar Altar yang terdapat di Klenteng Boen Hay Bio
- Thian Kong
- Kongco Sam Kwan Tay Tee
- Kongco Kwan Seng Tee Kun (Tuan Rumah)
- Kongco Thu Ti Kong & Makco Thu Ti Po
- Ema Kwan Im Pu Sa
- Kongco Hok Tek Ceng Sin
- Kongco Kwee Seng Ong
- Nabi Thai Siang Lo Kun
- Kongco Thai Sui
- Ci Kung Hok Hud
- Para Sinbeng/Dewa-Dewi
- Buddha Gautama
- Kongco Subeng Cao Kun
Disetiap Hari ulang tahunya, Klenteng/Vihara ini selslu dirayakan dengan berbagai macam kegiatan. Salah satu kegiatannya yaitu kegiatan seni Budaya, UMKM, dan acara kesenian tradisional setempat.
(Red-PBMI)








