
Laporan Pentagon sebut China berencana membangun 6 kapal induk tambahan dalam satu dekade ke depan. Ini bagian dari persaingan sengit China dengan AS. Foto/China Military
WASHINGTON – PORTALBMI.ID – China berencana untuk untuk membangun enam kapal induk tambahan dalam satu dekade sebagai bagian dari persaingan sengitnya dengan Amerika Serikat (AS) dalam meningkatkan kekuatan Angkatan Lautnya. Ambisi Beijing itu diungkap Pentagon dalam sebuah laporan yang resmi dirilis Selasa lalu.
“Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China selama beberapa dekade telah mengerahkan sumber daya, teknologi, dan kemauan politik untuk mencapai visinya tentang militer kelas dunia. PLA adalah komponen kunci dari ambisi China untuk menggantikan Amerika Serikat sebagai negara terkuat di dunia. PLA mengukur konsep dan kemampuannya terhadap ‘musuh kuat’ Amerika Serikat,” bunyi laporan Pentagon.
Namun, juru bicara Kedutaan Besar China di Washington, D.C., Liu Pengyu, mengatakan kepada Newsweek sebelumnya bahwa pengembangan kekuatan militer Beijing tidak menargetkan pihak mana pun.
“Rencana pengembangan masa depan untuk kapal induk China akan dipertimbangkan secara komprehensif berdasarkan kebutuhan pertahanan nasional,” imbuh Liu, yang dilansir Newsweek, Kamis (25/12/2025).
Dalam mengejar tujuan ambisius untuk membangun angkatan bersenjata “kelas dunia” pada tahun 2049, China sedang menjalani modernisasi militer yang cepat. Dengan lebih dari 370 kapal, termasuk tiga kapal induk, Beijing memiliki Angkatan Laut terbesar di dunia berdasarkan jumlah kapal.
Namun, armada kapal induk China saat ini masih jauh tertinggal dari pesaing utamanya; Amerika Serikat, yang memiliki armada kapal induk terbesar di dunia dengan 11 unit.
Kapal induk dianggap sebagai indikator utama kekuatan militer suatu negara, karena berfungsi sebagai pangkalan udara terapung untuk memproyeksikan kekuatan di luar garis pantai.
Militer China secara teratur mengerahkan kapal induknya dalam misi di wilayah Pasifik barat yang lebih luas untuk menantang strategi rantai pulau AS yang bertujuan membatasi kehadiran militer regionalnya.
Dalam laporan tahunannya kepada Kongres tentang kekuatan militer China, Pentagon mengatakan China bertujuan untuk memiliki sembilan kapal induk pada tahun 2035, termasuk yang sudah beroperasi: CNS Liaoning, CNS Shandong, dan CNS Fujian, yang diresmikan pada bulan November.
Ini menandai perubahan besar dalam penilaian Pentagon terhadap rencana pengembangan kapal induk China. Dalam laporan tahun lalu, disebutkan bahwa kapal induk tambahan akan menyusul setelah pengoperasian Fujian, yang saat ini merupakan kapal induk paling canggih di negara itu.
Alex Luck, seorang analis Angkatan Laut di Australia, menggambarkan klaim Pentagon tersebut sebagai hal yang luar biasa.
“Kami berasumsi Tipe 004 sedang dibangun di Dalian. Belum ada indikasi pekerjaan baru di JN,” tulis analis tersebut di platform media sosial X, merujuk pada galangan kapal China Dalian dan Jiangnan yang masing-masing membangun Shandong dan Fujian.
“Bahkan dengan asumsi percepatan pekerjaan paralel, saya tidak yakin ini dapat dicapai,” ujarnya.
Andrew Erickson, seorang profesor di US Naval War College’s China Maritime Studies Institute menulis di X bahwa meskipun tujuan China untuk memperluas armada kapal induknya adalah hal besar, itu tidak berarti bahwa kesembilan kapal tersebut akan beroperasi pada tahun 2035.
Kapal induk Tipe 004 umumnya disebut sebagai kapal induk keempat China dan diharapkan menjadi kapal induk bertenaga nuklir pertama negara itu, menurut media pertahanan The War Zone. Beijing belum mengkonfirmasi pembangunan kapal induk baru.
Sebagai perbandingan, AS memiliki satu galangan kapal yang dioperasikan oleh Newport News Shipbuilding milik Huntington Ingalls Industries di Virginia yang mampu membangun kapal induk bertenaga nuklir. Dua kapal induk kelas Gerald R. Ford sedang dibangun secara bersamaan.
Angkatan Laut AS diwajibkan oleh undang-undangnya untuk memelihara setidaknya 11 kapal induk operasional. Berdasarkan rencana pembangunan kapal Angkatan Laut yang mencakup tahun fiskal 2025 hingga 2054, armada kapal induknya hanya akan mencakup hingga 12 kapal selama tiga tahun dalam periode 30 tahun tersebut.









