
SMAN 6 Tangsel menggelar aksi penguatan literasi lingkungan di Taman Bacaan Situ Rompong, Senin (29/12/2025). FOTO: Henny06-PBMI
CIPUTAT – PORTALBMI.ID – Status “Darurat Sampah” yang saat ini menyelimuti Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tidak menyurutkan semangat para siswa kelas 12 SMAN 6 Tangsel untuk bergerak.
Alih-alih menghabiskan waktu libur sekolah dengan bersantai, sekelompok siswa SMAN 6 Tangsel menggelar aksi penguatan literasi lingkungan di Taman Bacaan Situ Rompong, Senin (29/12/2025).
Aksi ini ditujukan untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat, khususnya anak-anak, mengenai pentingnya mengelola dan memilah sampah mulai dari diri sendiri sebagai solusi jangka panjang krisis sampah kota.
Mengubah Pola Pikir di Tengah Krisis
Kondisi TPA Cipeucang yang telah melebihi kapasitas membuat tumpukan sampah menjadi pemandangan yang tak terelakkan di beberapa sudut kota. Menanggapi hal ini, siswa SMAN 6 Tangsel memberikan edukasi bahwa penyelesaian masalah sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi harus dimulai dari hulu, yaitu rumah tangga.
“Kami ingin literasi sampah ini masuk ke setiap rumah. Jika anak-anak di taman bacaan ini sudah terbiasa memilah sampah sejak dini, mereka akan menjadi pelopor kebersihan di keluarga mereka masing-masing,” ujar koordinator aksi dari SMAN 6 Tangsel.

Metode Edukasi Interaktif
Dibawah rimbunnya pohon di sekitar Situ Rompong, para siswa memberikan edukasi dengan metode yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak pengunjung taman bacaan.
Simulasi Pilah Sampah: Menggunakan wadah warna-warni untuk membedakan sampah organik (sisa makanan), anorganik (botol/plastik), dan sampah residu.
Dongeng Lingkungan: Menceritakan dampak buruk sampah yang tercampur terhadap kesehatan lingkungan dan keindahan Situ Rompong.
Harapan untuk Tangsel yang Lebih Bersih
Suhery wiguna Pengelola Taman Baca Situ Rompong menyampaikan apresiasi atas inisiatif siswa SMAN 6 tersebut. Menurutnya, edukasi sebaya (peer education) seperti ini jauh lebih efektif untuk menyentuh hati anak-anak dan warga sekitar.
“Kegiatan ini membuktikan bahwa literasi bukan hanya soal membaca buku, tapi soal membaca keadaan sosial. Saat Tangsel darurat sampah, anak-anak muda ini hadir membawa solusi nyata,” ungkapnya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan beban sampah di wilayah Tangerang Selatan dapat berkurang secara signifikan jika setiap individu mulai disiplin memilah sampah sejak dari sumbernya.
(Henny06-PBMI)








