
PW PII dan KB PII Banten Gelar Silaturahmi Akbar dan Santunan Anak Yatim di DPRD Banten. FOTO: Achie06/portalbmi.id
SERANG – PORTALBMI.ID – Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Banten bersama Keluarga Besar (KB) PII Banten menggelar Silaturahmi Akbar dan Santunan Anak Yatim, Senin (2/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Gedung Serbaguna Kantor DPRD Provinsi Banten, Kota Serang.
Acara ini dihadiri kader dan alumni PII se-Provinsi Banten, tokoh masyarakat, tokoh nasional, masyarakat setempat, serta organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Poros Pelajar Banten. Momentum tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Ketua Umum PW PII Banten, Mohammad Royhan Daestaki, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral untuk terus menebarkan kebaikan kepada sesama.
“Kegiatan ini untuk menjadikan kami sebagai manusia yang memanusiakan (hablumminannas) dalam kebaikan, sekaligus mengambil keberkahan di bulan suci Ramadhan,” ujarnya.
Sejumlah tokoh nasional dan daerah turut hadir, di antaranya Abdi Sumaithi, Juheni M Rois, serta Makmun Muzakki yang juga menjabat Ketua Alumni KB PII Banten.
Dalam sambutannya, Abdi Sumaithi menegaskan bahwa PII merupakan organisasi pelajar tertua yang berfokus pada pendidikan dan pengabdian sosial. Ia mengaku tumbuh dan ditempa melalui proses kaderisasi PII.
“PII adalah organisasi pelajar tertua. Saya lahir dari PII, saya belajar dari PII, dan pernah menjadi ketua PII di Banten yang fokusnya pada pembelajaran, pendidikan, dan sosial bermasyarakat,” tuturnya.
Ia juga membagikan pengalamannya saat aktif berorganisasi, termasuk ketika memimpin di tingkat wilayah yang saat itu masih berada dalam cakupan Jawa Barat. Menurutnya, pengalaman tersebut membentuk karakter kepemimpinan dan komitmennya dalam memperjuangkan nilai-nilai Islam di ruang publik.
Abdi menekankan tiga hal penting bagi kader dan aktivis Islam. Pertama, memiliki kelapangan dada dan keluasan pandangan dalam menghadapi dinamika zaman. Dengan sikap tersebut, komunikasi dan langkah perjuangan akan lebih efektif serta terarah.
Kedua, kemampuan berkomunikasi dengan bahasa yang baik dan mudah dipahami, serta menyesuaikan dengan budaya dan tingkat pemahaman masyarakat. Ia mencontohkan pentingnya komunikasi yang efektif sebagaimana dicontohkan para nabi dalam menyampaikan risalah.

Ketiga, setiap gagasan dan program yang dijalankan harus mengandung nilai kebaikan dan membawa kemaslahatan bagi umat. “Dengan tiga hal ini, insya Allah potensi, komunikasi, dan pengembangan dakwah Islam di Indonesia akan semakin berkembang dengan baik dan luas,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan santunan kepada 15 anak yatim piatu dari Yayasan As-Salam Kota Serang sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadhan.
Sementara itu, Juheni M Rois menyampaikan bahwa proses berorganisasi di PII merupakan bagian dari takdir Allah SWT dalam menjaga nilai-nilai Islam dalam kehidupan.
“PII mengajarkan kita untuk berjuang menjaga nilai-nilai Islam. Proses PII dari dulu hingga sekarang sudah menjadi ketetapan takdir Allah SWT,” katanya.
Makmun Muzakki menambahkan bahwa PII adalah rumah besar persatuan bagi kader dan alumni lintas generasi.
“Momentum Ramadhan ini harus menjadi sarana menjaga persatuan dan mempererat tali silaturahmi yang telah terbangun sejak lama. PII adalah organisasi persatuan dan persaudaraan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, panitia bersama jajaran kader dan alumni PII Banten berharap momentum 10 hari terakhir Ramadhan 1447 Hijriah membawa keberkahan serta semakin memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
(Achie06-PBMI)








