
Mengusung nama aksi "Para Pencari Lubang", gabungan komunitas relawan melakukan aksi tambal sulam jalan raya. FOTO: Henny06/portalbmi.id
TANGERANG SELATAN – PORTALBMI.ID – Memasuki waktu dini hari saat warga terlelap, sekelompok relawan justru berjibaku dengan aspal panas di jalanan. Mengusung nama aksi “Para Pencari Lubang”, gabungan komunitas relawan melakukan aksi tambal sulam jalan raya yang melintasi kawasan Pamulang hingga perbatasan Wates, Bojongsari, Minggu (19/04/2026).
Aksi yang berlangsung mulai pukul 00.00 hingga 04.30 WIB ini menyasar titik-titik kerusakan dari pintu masuk Tol Pamulang hingga perbatasan Depok. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian nyata untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas akibat jalan berlubang.

Kolaborasi Lintas Komunitas
Kegiatan ini menjadi bukti kuatnya sinergi antar-relawan di lapangan. Sejumlah organisasi terlibat aktif, di antaranya, Gerak Bareng, Semut Tangsel, Redkar Tangsel, Tim Patwal Senyap, Aliansi Bojongsari Bersatu, Amanah, Kananga Rescue, serta partisipasi aktif warga setempat.
Aksi “Senyap” di Tengah Malam
Dengan perlengkapan standar keselamatan seperti helm, headlamp, dan sarung tangan, para relawan membagi tugas. Satu unit truk aspal dikerahkan untuk menutup lubang-lubang yang dinilai membahayakan pengendara, khususnya pemotor yang kerap menjadi korban saat melintas di malam hari atau kondisi hujan.
“Aksi ini adalah bentuk kepedulian terhadap lingkungan masyarakat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan (kecelakaan). Maka dari itu, kami sebagai relawan bergerak langsung melakukan penambalan,” tulis perwakilan tim dalam laporan resminya.

Selain truk aspal, tim juga menyiagakan satu unit ambulans dari Gerak Bareng untuk mengantisipasi keadaan darurat selama proses pengerjaan di jalur sibuk tersebut.
Meski dilakukan secara swadaya, kualitas pengerjaan tetap diperhatikan agar lubang tidak kembali terbuka dalam waktu dekat.

Melalui aksi ini, para relawan berharap para pengguna jalan dapat merasa lebih aman dan nyaman saat melintas. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melaporkan jika menemukan titik jalan rusak yang berpotensi membahayakan nyawa.
(Henny06-PBMI)








