
JAKARTA – PORTALBMI.ID – Niat hati ingin memiliki sepeda motor yang irit untuk antar anak sekolah, seorang warga Depok, justru harus menelan kekecewaan.
Motor bekas yang ia beli dari sebuah showroom di kawasan Srengseng, Jakarta Barat, diduga bermasalah parah pada bagian mesin. Motor tersebut adalah Honda Supra X 125 Helm In tahun 2016 FI yang ia dapatkan melalui iklan di Facebook Marketplace. Showroom yang dimaksud berlokasi di Jl. Ee. RT 08 RW 05 Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, yang dikenal dengan sebutan Showroom Gang Senggol.
Warga tersebut mengaku sebelum transaksi, ia sudah berulang kali menanyakan kondisi motor kepada pedagang berinisial Bang J”Sejak awal saya sudah bilang kalau saya kurang paham mesin motor. Saya tanya berulang kali, apakah motor ini aman? Mesin aman, tidak pernah turun mesin? Jawabannya selalu ‘aman pak, tinggal pakai, cek aja sendiri’,” ujarnya kepada wartawan, Senin (15/9).
Pedagang tersebut, menurutnya, sempat menyinggung soal rotak (fuel pump) yang mahal jika rusak dan mengingatkan cara starter harus hati-hati. Karena merasa yakin dengan keramahan dan jaminan tersebut, si pembeli pun melakukan DP dan pelunasan keesokan harinya. Motor kemudian dibawa pulang menggunakan mobil bak.Masalah muncul sehari setelahnya.
Saat hendak ganti oli di bengkel sesuai anjuran pedagang, motor mogok hanya 300 meter dari rumah.
“Dicek pakai alat scanner, ternyata rotaknya lemah dan rusak. Ya sudah saya ganti rotak sekalian ban depan dan oli. Saya pikir masih wajar karena motor bekas,” tuturnya.
Namun, kerusakan tak berhenti di situ. Saat mesin dingin motor terlihat normal, namun setelah 15 menit berjalan, knalpot mengeluarkan asap putih tebal. Bengkel langganannya memvonis ada masalah serius di dalam mesin, mulai dari sil klep, ring piston, hingga kemungkinan silinder baret.
“Ini dikasih oli kental jadi aman gak ngebul, tapi begitu dikasih oli standar langsung keluar asapnya,” kata mekanik bengkel tersebut.Si pembeli pun menghubungi kembali Bang J untuk meminta pertanggungjawaban.”Jawabannya cuma, ‘Maaf pak saya dapatnya seperti itu, jual apa adanya’. Padahal dari awal saya sudah tanya apa kelemahannya,” keluhnya.
Kini, motor tersebut hanya terparkir di garasi rumahnya. Untuk memperbaiki, ia harus mengeluarkan biaya lebih dari satu juta rupiah.”Kecewa sama Bang J yang ramah itu? Iya sangat kecewa.
Tapi lebih kecewa sama diri sendiri kenapa percaya begitu saja. Padahal saya cuma pengen motor yang jujur, fair saja, biar ada pilihan. Kan dia pedagang, pasti lebih paham,” ucapnya lirih.
“Ternyata yang rusak bukan cuma motornya. Kepercayaan pun rusak, hancur,” pungkasnya.
Tips Aman Beli Motor Bekas:
1. Cek nomor rangka & mesin, samakan dengan STNK/BPKB
2. Cek di Samsat Online, pastikan pajak hidup & bukan motor curian
3. Bawa mekanik kepercayaan saat cek unit
4. Jangan transfer DP sebelum lihat unit langsung
5. Minta kwitansi bermaterai + fotokopi KTP penjual
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya menghubungi pihak Showroom Gang Senggol untuk mendapatkan hak jawab.
(Red-PBMI)








