
PEKANBARU – PORTALBMI.ID – PT Socare Group International (SGI) dan Universitas Lancang Kuning (UNILAK) Pekanbaru resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Kamis, 8 Oktober 2026. Kerja sama ini menjadi langkah awal dalam membuka peluang pengembangan kompetensi mahasiswa melalui program magang internasional di Taiwan sekaligus memperluas jejaring kerja sama pendidikan dan industri.
Penandatanganan MoU tersebut dihadiri Direktur Utama PT Socare Group International, Lioe Nyit Liong, yang akrab disapa Pak Verry, didampingi Head Representative Riau Region, Annora Arsan, S.E., M.H., serta anggota tim H3R, Riky Heriansyah, S.E.
Sementara itu, dari pihak UNILAK hadir Rektor Prof. Dr. Junaidi, S.S., M.Hum.; Wakil Rektor III Dr. Hardi, S.E., M.M.; Ketua Kantor Urusan Internasional dan Kerja Sama Assoc. Prof. Dr. Nurfaisal, S.Pd., M.Pd.; Dekan Fakultas Teknik Dr. Zainuri, S.T., M.T.; serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Assoc. Prof. Dr. Dini Onasis, S.E., S.H., M.M., M.H., Ak.

Diskusi Terbuka, Fokus pada Keamanan dan Perlindungan Mahasiswa
Sebelum penandatanganan MoU, kedua pihak terlibat dalam diskusi yang berlangsung dinamis dan konstruktif. Sejumlah pertanyaan disampaikan oleh jajaran pimpinan universitas, terutama terkait aspek keamanan, jaminan perlindungan, mekanisme seleksi peserta, proses keberangkatan, fasilitas selama menjalani magang, hingga kepastian komunikasi mahasiswa dengan pihak kampus dan keluarga di Pekanbaru.
Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, Direktur Utama PT SGI, Lioe Nyit Liong atau Pak Verry, memberikan penjelasan secara terbuka, tenang, dan bertanggung jawab. Penjelasan tersebut turut memperjelas posisi perusahaan dalam penyelenggaraan program, termasuk dukungan dan fasilitasi bagi mahasiswa yang dinyatakan lulus seleksi sesuai persyaratan yang ditetapkan.
Head Representative Riau Region, Annora Arsan, S.E., M.H., bersama tim H3R juga berperan dalam menjembatani komunikasi antara perusahaan dan pihak universitas. Dengan demikian, berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan program dapat dibahas sejak awal agar proses selanjutnya berjalan secara terarah dan terkoordinasi.
Dalam diskusi tersebut, pengalaman peserta terdahulu yang telah menyelesaikan program dan kembali ke Indonesia turut menjadi bagian dari pembahasan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi calon peserta, khususnya dalam membangun kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, serta berinteraksi secara positif dengan rekan kerja, masyarakat setempat, dan lingkungan tempat tinggal di Taiwan.
Mahasiswa juga diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama magang untuk memperkaya wawasan, meningkatkan keterampilan, serta berbagi pengalaman dengan lingkungan kampus dan masyarakat setelah kembali ke Tanah Air.

UNILAK Dorong Promosi Internasional dan Kolaborasi Kampus dengan Industri
Dalam kesempatan tersebut, Rektor dan jajaran pimpinan UNILAK menyampaikan harapan agar kerja sama ini tidak hanya terbatas pada program magang mahasiswa, tetapi juga dapat berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas.
UNILAK berharap terbuka peluang untuk memperkenalkan dan mempromosikan universitas di tingkat internasional, termasuk membuka kesempatan bagi mahasiswa asing untuk belajar di UNILAK. Selain itu, universitas juga mengharapkan adanya pengembangan kerja sama antarkampus serta kolaborasi antara perguruan tinggi dan kawasan industri.
Harapan tersebut disambut baik oleh pihak PT SGI. Perusahaan menyatakan kesiapan untuk mengomunikasikan berbagai peluang kerja sama dengan pihak-pihak terkait, sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang dapat dikembangkan bersama.
Kolaborasi ini diharapkan dapat membangun hubungan yang saling menguntungkan antara dunia pendidikan dan industri, sekaligus memperluas kesempatan mahasiswa untuk memperoleh pengalaman internasional yang relevan dengan bidang keilmuannya.
MoU Menjadi Langkah Awal Menuju MoA dan IA
Penandatanganan MoU berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat kemitraan. Kedua pihak menyambut baik kesepakatan tersebut dan saling bertukar cendera mata sebagai simbol persahabatan, penghormatan, dan komitmen untuk membangun hubungan kelembagaan yang berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, H3R berharap kunjungan lanjutan ke UNILAK dapat dilaksanakan dalam waktu dekat untuk menyosialisasikan penyusunan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Agreement (IA). Kedua dokumen tersebut diharapkan menjadi landasan yang lebih teknis bagi pelaksanaan program, termasuk tahapan sosialisasi, persiapan, dan rekrutmen calon peserta.
PT SGI pada prinsipnya siap mendukung dan memfasilitasi mahasiswa yang memenuhi persyaratan serta dinyatakan lulus dalam proses seleksi. Calon peserta perlu mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh, baik dari sisi kemampuan bahasa Inggris, keterampilan pelayanan atau service, etika, maupun kesiapan mental dan kedisiplinan.
Proses seleksi dan wawancara akan melibatkan pihak pengguna (user) dari Taiwan sesuai kebutuhan program dan posisi magang yang tersedia. Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki kesiapan akademik, tetapi juga kemampuan berkomunikasi, bersikap profesional, dan beradaptasi dengan lingkungan kerja serta budaya yang berbeda.
Melalui kerja sama ini, PT Socare Group International dan UNILAK diharapkan dapat membangun sinergi berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, perguruan tinggi, dunia industri, dan pengembangan sumber daya manusia Indonesia.
Penandatanganan MoU ini menjadi awal dari langkah bersama untuk memperluas wawasan internasional mahasiswa, memperkuat hubungan pendidikan dan industri, serta membuka peluang kolaborasi lintas negara yang lebih luas pada masa mendatang.
(Annora05-PBMI)








