
MERAK – PORTALBMI.ID – Pelabuhan Penyeberangan Merak menggelar Istighosah dan Doa Bersama pada Jumat, 16 Oktober 2026. Kegiatan yang melibatkan seluruh stakeholder pelabuhan ini digelar sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk keselamatan, kelancaran operasional penyeberangan Jawa – Sumatera, dan keberkahan bagi para pengguna jasa.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri Kepala KSOP Kelas I Banten, Kepala BPTD Kelas II Banten ,General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak yang diwakili Bpk. I Putu Widhiatmaja, serta Ketua Umum DPP GAPASDAP Bpk. Khairi Soetomo.
Dan Stekholder pelabuhan Polirud Polda Banten, Lanal banten, bki banten polsek kskp merak Rangkaian acara diawali pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Bapak Fardan Ramadani dengan saritilawah oleh Satria Pratama, sambutan-sambutan, penyerahan santunan anak yatim, dan puncaknya Doa Istighosah yang dipimpin oleh Ustadz Bapak Jamhuri.
Komentar Ketua Panitia: Momentum Pererat Silaturahmi dan Kepedulian SosialKetua Panitia Pelaksana, Bpk. Erwin Risahondua, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ritual seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat sinergi dan kepedulian sosial di lingkungan pelabuhan.
“Alhamdulillah, istighosah hari ini berjalan lancar. Tujuan utama kita adalah memohon perlindungan kepada Allah SWT agar seluruh aktivitas di Pelabuhan Merak, baik pelayaran, bongkar muat, maupun pelayanan kepada masyarakat, senantiasa diberikan keselamatan dan kelancaran. Apalagi Merak adalah urat nadi logistik nasional,” ujar Erwin.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan santunan anak yatim sebagai wujud rasa syukur dan kepedulian insan pelabuhan kepada masyarakat sekitar.
“Kita ingin pelabuhan ini tidak hanya sibuk secara operasional, tapi juga hadir secara sosial dan spiritual. Terima kasih kepada KSOP, BPTD, ASDP, GAPASDAP dan semua pihak yang sudah mendukung,” tambahnya.
Komentar Ketua Umum DPP GAPASDAP: Keselamatan Adalah Harga MatiSementara itu, Ketua Umum DPP Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP), Bpk. Khairi Soetomo, menegaskan bahwa doa bersama ini menjadi pengingat bahwa faktor keselamatan pelayaran tidak hanya soal teknis dan regulasi, tetapi juga kekuatan doa.
“Sebagai operator, kami di GAPASDAP sepakat bahwa keselamatan adalah harga mati. Ikhtiar teknis sudah kita lakukan, mulai dari kelaikan kapal, kompetensi kru, hingga manajemen operasional. Hari ini kita sempurnakan dengan ikhtiar langit melalui istighosah bersama,” tegas Khairi.
Menurutnya, kolaborasi yang solid antara regulator, operator pelabuhan, dan pengusaha penyeberangan seperti yang terlihat di Merak harus terus dijaga.
“Cuaca ekstrem dan tingginya trafik di Selat Sunda menjadi tantangan kita bersama. Dengan doa bersama ini, kita berharap seluruh pelayaran Merak – Bakauheni dijauhkan dari marabahaya, penumpang selamat sampai tujuan, dan usaha angkutan penyeberangan diberikan keberkahan. Kami juga mengapresiasi panitia yang telah menginisiasi santunan anak yatim, ini mencerminkan jiwa gotong royong pelabuhan,” pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan doa bersama untuk kelancaran Pelabuhan Penyeberangan Merak ke depan.
(Budi05-PBMI)








