
Film "Tuned In" akan tampil dalam acara "2025 World Ethnic Film Festival" yang digelar pada 12–21 September 2025
TAIPEI – PORTALBMI.ID – Penayangan perdana film dokumenter panjang “Tuned In” karya sutradara Martin Rustandi yang mengisi acara “World Premiere di Taoyuan Film Festival 2025” berlangsung di SBC Xingqiao International Cinema pada tanggal 23 Agustus dan di Tonlin Vieshow Cinema pada tanggal 31 Agustus. Acara pemutaran perdana mendapat sambutan hangat.
keterangan gambar: Film “Tuned In” akan tampil dalam acara “2025 World Ethnic Film Festival” yang digelar pada 12–21 September 2025, hadir di 6 kota besar Taiwan: Taipei, Taichung, Chiayi, Tainan, Kaohsiung, dan Hualien.
Cerita yang Intim dan Personal Tuned In mengisahkan Zane, seorang anak berusia 10 tahun yang lahir dan besar di Taiwan, yang untuk pertama kalinya mengikuti siaran radio berbahasa Indonesia di Taiwan. Melalui pengalaman ini, ia perlahan belajar memahami identitasnya sebagai anak keturunan Indonesia, sekaligus membuka ruang penyembuhan bagi luka masa kecil kedua orang tuanya.
Selain kisah Zane dan keluarganya, film ini juga menampilkan latar belakang unik dari tiga tokoh Indonesia lainnya sebagai berikut: Melati, seorang penari yang juga mengajar orang-orang Taiwan belajar seni tari tradisional Indonesia; Nita, mantan pekerja migran yang kini menjadi mahasiswa; Pindy, caregiver yang bertransformasi menjadi pengrajin boneka lilin.
Mereka semua menghadirkan kisah tentang cinta, kerinduan, dan hubungan yang tak terputus dengan keluarga di Indonesia. Berbeda dari gambaran klise tentang pekerja migran, “Tuned In” justru menghadirkan potret keseharian yang lembut dan penuh kerendahan hati. Para karakter tampil apa adanya, dengan tutur kata dan interaksi yang mencerminkan sifat khas masyarakat Indonesia: penuh sopan santun, hangat, dan bersahaja.
Menurut sutradara Martin Rustandi, “Saya berharap film ini bisa membuka ruang dialog baru antara masyarakat Taiwan dan komunitas Indonesia, agar kita bisa saling memahami lebih dalam lewat pengalaman yang personal dan manusiawi.”
Usai pemutaran perdana di Taoyuan Film Festival, film ini akan melanjutkan perjalanannya ke “2025 World Ethnic Film Festival” yang akan diselenggarakan pada 12–21 September 2025 di enam kota besar Taiwan: Taipei, Taichung, Chiayi, Tainan, Kaohsiung, dan Hualien.
Saat ini Tuned In masih berada di jalur festival (festival circuit), bertujuan agar mendapat lebih banyak kesempatan untuk ditayangkan di berbagai festival lain dan bertemu penonton yang berbeda, khususnya di festival-festival film di Indonesia.
Harapan Sutradara Martin Rustandi berharap seluruh masyarakat Indonesia di Taiwan bisa turut serta mendukung dengan mengajak teman-teman terdekat dan sahabat Taiwan untuk menyaksikan Tuned In saat rilis komersial di bioskop Taiwan pada 31 Oktober 2025.








