
(Sumber Foto : TFDA)
TAIPEI – PORTALBMI.ID – Direktorat Jenderal Pengawas Obat dan Makanan Taiwan (TFDA) hari Selasa (28/10) mengatakan lebih dari 1 ton produk bakso goreng dari Indonesia telah ditahan di perbatasan atas kandungan pengawet buatan, setelah produk serupa dari perusahaan yang sama diumumkan dicegat pekan lalu.
Produk yang dilabeli “Bakso Goreng” itu ditemukan mengandung asam benzoat sebesar 0,05 gram per kilogram, sementara menurut Standar Spesifikasi, Cakupan, Penerapan dan Batasan Bahan Tambahan Pangan Taiwan, produk semacam ini tidak diizinkan mengandung zat aditif tersebut, kata TFDA.
Oleh karena itu, barang yang diimpor Taiwan Sheba Enterprise Co. dari Isya Food ini melanggar Undang-Undang tentang Keamanan dan Sanitasi Pangan, membuat sebanyak 1.072 kilogram produk itu dikembalikan atau dimusnahkan di perbatasan, kata ditjen tersebut.
Bakso goreng ini termasuk di antara sebelas produk makanan impor, termasuk melon dari Jepang, daun lobak dan kepiting bulu asal Tiongkok, serta selada Malaysia, yang hari Selasa diumumkan gagal dalam pemeriksaan perbatasan baru-baru ini.
Sebelumnya, TFDA pada 21 Oktober juga mengumumkan 1.008 kilogram “Basreng Cracker” dari Isya Food dikembalikan atau dimusnahkan karena ditemukan mengandung pengawet asam benzoat 0,93 gram per kilogram.








