
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin bersiap menyampaikan keterangan pers saat melakukan pertemuan terkait KTT AS-Rusia di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, Anchorage, Alaska, Jumat (15/8/2025). Foto: Drew Angerer/AFP
JAKARTA – PORTALBMI.ID – Harga minyak mentah dunia ditutup menguat pada penutupan perdagangan Rabu (3/12). Hal ini karena Amerika Serikat (AS) dan Rusia gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Ukraina yang dapat meringankan sanksi pada sektor minyak Rusia.
Dikutip dari Reuters, Kamis (4/12) harga minyak mentah Brent ditutup menguat 22 sen atau 0,4 persen ke level USD 62,67. Sementara, minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 31 sen atau 0,5 persen ke level USD 58,95. Meski begitu, kedua kontrak tersebut turun lebih dari 1 persen pada sesi sebelumnya.
Rusia dan AS gagal mencapai kompromi setelah pertemuan lima jam antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan utusan utama Presiden AS Donald Trump.
Pasar minyak sedang menunggu hasil perundingan itu untuk melihat apakah kesepakatan tersebut dapat mengarah pada pencabutan sanksi terhadap perusahaan-perusahaan Rusia, termasuk perusahaan minyak besar Rosneft dan Lukoil.
Putin juga sempat mengatakan ada kekuatan Eropa yang menghalangi upaya AS untuk mengakhiri perang dengan mengajukan proposal.
Meski begitu, kenaikan harga masih tertahan dengan kekhawatiran kelebihan pasokan. Badan Informasi Energi AS (EIA) mencatat persediaan minyak mentah naik sebanyak 574.000 barel sampai 28 November.
Stok bensin juga naik 4,52 juta barel, jauh melampaui ekspektasi analis yang memperkirakan kenaikan 1,5 juta barel. Stok distilat, termasuk solar dan minyak pemanas, naik 2,1 juta barel, yang juga melampaui ekspektasi kenaikan 0,7 juta barel.

CPO
Dikutip dari laman resmi Barchart, harga CPO untuk kontrak Januari mengalami penurunan sebesar 0,55 persen. Dengan begitu, harga CPO berada di level MYR 4.130 per ton.
Batu Bara
Sementara itu, harga batu bara berjangka Newcastle juga mengalami penurunan Berdasarkan data dari Barchart, harga batu bara untuk kontrak Februari turun 0,95 persen ke level USD 109 per ton.
Nikel
Harga nikel juga mengalami pelemahan. Berdasarkan data dari London Metal Exchange, harga nikel turun 0,86 persen ke level USD 14.800 per ton.
Timah
Harga timah justru mengalami kenaikan sebesar 4,46 persen. Berdasarkan data dari London Metal Exchange, saat ini harga timah ada pada level USD 40.780 per ton.








