
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pameran Kearsipan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-81. FOTO: Aef05/PORTALBMI.ID
PONTIANAK – PORTALBMI.ID – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pameran Kearsipan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, di Galeri dan Depo Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (13/8/2026).
Pameran tersebut menjadi bagian dari rangkaian Gelar Kapasitas Daerah yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI sekaligus mengajak masyarakat melihat kembali perjalanan sejarah melalui arsip dan dokumentasi yang tersimpan.
Pembukaan ditandai dengan pemotongan pita oleh Gubernur Kalbar Ria Norsan didampingi Bunda Literasi Kalimantan Barat Erlina Ria Norsan. Setelah itu, Gubernur meninjau langsung sejumlah koleksi arsip dan panel sejarah yang ditampilkan di sepanjang ruang pameran.
Berbagai dokumentasi sejarah ditampilkan, mulai dari perjalanan pemerintahan dan tokoh-tokoh Kalimantan Barat hingga arsip yang menggambarkan perjalanan daerah dari masa ke masa.
Menurut Ria Norsan, arsip tidak semata-mata merupakan dokumen lama yang disimpan, tetapi merupakan bagian penting dari perjalanan bangsa yang dapat menjadi sumber pengetahuan bagi generasi berikutnya.

“Kalau kita ingin mengetahui bagaimana sebuah daerah berkembang, kita bisa melihat dari arsipnya. Karena itu arsip harus dijaga, dirawat dan yang tidak kalah penting bagaimana generasi muda mau mengenal dan memanfaatkannya,” ujar Norsan.
Ia mengatakan, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI harus dimaknai tidak hanya dengan kegiatan seremonial, tetapi juga dengan memahami kembali perjalanan bangsa dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hal tersebut sejalan dengan tema HUT ke-81 Kemerdekaan RI, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”Tema tersebut, menurutnya, harus diterjemahkan dalam kerja nyata, termasuk melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan pendidikan, literasi, inovasi dan pemanfaatan potensi daerah.
“Generasi muda adalah bagian penting dari perjalanan Kalimantan Barat ke depan. Karena itu mereka harus tahu sejarahnya, memahami apa yang sudah dilakukan generasi sebelumnya, kemudian meneruskannya dengan cara mereka sendiri melalui pendidikan, kreativitas, inovasi dan karya,” katanya.
Berdialog dengan Generasi Muda
Tidak hanya meninjau pameran, Gubernur Ria Norsan bersama Bunda Literasi Kalimantan Barat Erlina Ria Norsan juga berdialog dengan para pelajar dan mahasiswa yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Suasana dialog berlangsung cukup santai. Para generasi muda diberi kesempatan menyampaikan pandangan, pertanyaan dan harapan mereka mengenai pendidikan, literasi, sejarah serta masa depan Kalimantan Barat.

Di hadapan para peserta, Norsan mengingatkan agar generasi muda tidak kehilangan ketertarikan terhadap sejarah di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi.
Menurutnya, teknologi seharusnya dimanfaatkan untuk memperluas pengetahuan, bukan membuat generasi muda melupakan akar sejarah dan identitas daerah.
“Sekarang informasi sangat mudah didapat. Tinggal bagaimana anak-anak kita memilih informasi yang baik dan menggunakannya untuk hal-hal yang positif. Jangan sampai kita maju secara teknologi, tetapi lupa dengan sejarah dan budaya kita sendiri,” pesan Norsan.
Sementara itu, Bunda Literasi Kalimantan Barat Erlina Ria Norsan menekankan pentingnya membangun budaya membaca dan berdialog sejak dari keluarga.
Menurut Erlina, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca buku, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, berdiskusi dan menghasilkan karya.
“Anak-anak muda sekarang punya banyak kesempatan untuk belajar. Gunakan kesempatan itu. Membaca tidak harus selalu dari buku, tetapi bisa dari arsip, lingkungan, pengalaman dan berbagai sumber informasi yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Erlina juga mengajak generasi muda untuk tidak sekadar menjadi penonton perkembangan zaman, tetapi ikut mengambil peran dan menciptakan sesuatu yang bermanfaat.
Pameran kearsipan ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan melihat koleksi sejarah, tetapi menjadi ruang belajar bersama. Arsip yang selama ini mungkin dianggap sebagai sesuatu yang hanya berada di ruang penyimpanan, diperkenalkan sebagai sumber pengetahuan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat ingin menanamkan pesan bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana setiap generasi memahami sejarah, menjaga warisan yang ada dan mengambil bagian dalam membangun masa depan.
Dengan mengenal jejak masa lalu melalui arsip, generasi muda diharapkan semakin memahami bahwa Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur tidak hanya dibangun oleh generasi terdahulu, tetapi juga menjadi tanggung jawab generasi hari ini dan generasi yang akan datang.
(Aef05-PBMI)








