
TAIPEI – PORTALBMI.ID – Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei menghadiri forum dialog yang diselenggarakan oleh The Garden of Hope Foundation-Migrants (GOH Migrants), di Kota Kaohsiung, pada Minggu (27/9), sebagai bagian dari upaya mendengar langsung suara dan aspirasi masyarakat di selatan Taiwan.
Kegiatan yang bertajuk “Indonesian Communities in Southern Taiwan: Voices and Perspectives” dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari komunitas Indonesia di Kaohsiung, Association of Taiwan People Social Welfare dan sejumlah pekerja migran Indonesia (PMI) di wilayah selatan.
Pertemuan ini menjadi sarana strategis untuk mendengar langsung dinamika kehidupan para Pekerja Migran Indonesia (PMI), aktivis perlindungan buruh migran, hingga para pengusaha kuliner dan warung Indonesia di sekitar Stasiun Kereta Api Kaohsiung. Dalam kata sambutannya, kepala KDEI Taipei Arif Sulistyo juga memperkenalkan Kepala Bidang Ketenagakerjaan KDEI Taipei yang baru, Dharma Saputra, kepada para warga dan pekerja migran di wilayah selatan Taiwan.
Arif juga mengajak para peserta untuk memanfaatkan perangkat lunak AI Angel berbasis kecerdasan buatan yang telah disediakan oleh GOH Migrants dan menyebarkannya kepada para PMI yang lain.
“AI Angel tempat kita untuk curhat, tempat kita untuk bertanya, tempat kita untuk mencari informasi.” ujar Arif Sulistiyo.
Dalam kesempatan itu, para tokoh komunitas dari Kaohsiung Friends of Indonesia Association dan Kaohsiung Little Southeast Asia Association, yakni Tsay Wei-shin (蔡維欣) dan Susan Yu (尤佩珊), turut mendorong para PMI untuk memanfaatkan kesempatan di Taiwan secara optimal, termasuk tidak ragu menempuh pendidikan formal dan mengambil gelar akademik guna membekali diri dengan keahlian baru sebelum kembali ke tanah air.
Direktur GOH Migrants, Lee Kaili (李凱莉), kembali mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental selama bekerja di Taiwan.
Kaili menyebut banyak sarana yang bisa digunakan untuk berbagi keluh kesah di rantau. Selain AI Angel sebagai perangkat digital yang siap menemani PMI saat menghadapi berbagai permasalahan, juga ada kehadiran para petugas sosial yang siap mendengarkan dan memberikan arahan profesional untuk membantu menyelesaikan kendala yang dihadapi oleh mereka.
Rangkaian acara juga diakhiri dengan sesi edukasi pengenalan emosi dan berbagi tips praktis dalam mengelola stres sebagai bekal mental bagi para PMI dalam menghadapi kejenuhan kerja maupun kerinduan kampung halaman.
(Red-PBMI)







