
Norrahmiati,SE,MM (Akademisi IBITEK,d.h STIEI Banjarmasin, Pembina UMKM Maju Bersama),(Foto:rri.co.id/Tangkapan Layar Youtube).
BANJARMASIN – portalbmi.id – Banyak pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia masih mengandalkan strategi diskon atau banting harga demi menarik pembeli, padahal cara tersebut justru bisa merugikan usaha dalam jangka panjang.
Ada sejumlah strategi yang bisa diterapkan UMKM untuk meningkatkan omzet tanpa harus mengorbankan harga jual produk, diantaranya mulai dari kemasan, mutu penjualan hingga perluas marketplace.
“Banyak konsumen bersedia membayar lebih jika produk tersebut menawarkan kualitas serta kenyamanan dan pelayanan yang lebih baik,” ucap Norrahmiati Pembina UMKM dalam Mozaik Indonesia RRI Pro1 Banjarmasin, Senin (14/7/2025).
Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM sepanjang semester I 2025, lebih dari 65% UMKM yang menerapkan strategi digital mengalami kenaikan omzet hingga 30% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Untuk itu pelaku UMKM didorong untuk terus berinovasi agar produk yang di pasarkan tetap relevan dan menarik,seperti usaha makanan tradisional kini banyak yang dikemas kekinian untuk menarik konsumen muda.
Dengan strategi yang tepat UMKM diharapkan mampu menjadi tulang punggung ekonomi nasional, yang lebih kuat dan berdaya saing tinggi khususnya dalam menghadapi era digital dan pasar global.








