
apartemen angker "Jinxin Building" di Kota Taipei dikatakan lebih buruk
TAIPEI -PORTALBMI.ID – Tersebar kabar bahwa perumahan publik Xining “apartemen berhantu” di Taipei akan dibangun kembali pada tahun 2024, usia bangunan mencapai 39 tahun, dalam waktu 20 tahun terjadi kasus yang mengakibatkan korban kematian dan merenggut 30 nyawa, tercatat sebagai salah satu tempat hunian yang paling angker di Taiwan.
Selain perumahan publik Xining, masih ada satu apartemen angker “Jinxin Building” di Kota Taipei dikatakan lebih buruk, apartemen “Jinxin Building” terletak di Xinsheng North Road, dekat dengan stasiun MRT Zhongshan Elementary School, posisi apartemen ini sangat strategis, lingkungan di sekitarnya cukup ramai, seharusnya dengan kondisi seperti ini, harga rumah apartemen ini tinggi, akan tetapi menurut pendataan hingga tahun 2023, ada 30 kematian yang terjadi di gedung apartemen ini selama 39 tahun, sehingga harga rumah jatuh dan jauh lebih murah dari rumah di sekitarnya.

Kasus kebakaran Hotel Shidai pada tahun 1984, menewaskan 19 orang.(sumber: National Newspaper Database, National Central Library)
Mulai Kasus Kebakaran Renggut 19 Nyawa, Hingga Kasus “Penjaja Bakcang”
“Jinxin Building” sebelumnya adalah “hotel Shidai 「時代大飯店」” yang difungsikan sebagai apartemen hunian dan komersial, pada tahun 1984 dikarenakan korsleting listrik, lebih dari 300 orang terjebak, yang akhirnya merenggut 19 nyawa dan 49 orang luka-luka.
Lebih parah lagi, pada tahun 1986, bangunan ini terjadi “kasus bakcang” yang mengakibatkan penjaja bakcang meninggal dunia, seorang wanita mencoba bunuh diri dengan melompat dari gedung karena masalah asrama, akan tetapi dia malah menimpa penjaja bakcang hingga tewas, sedangkan dirinya sendiri luka ringan, kasus kejadian ini menambah catatan korban kematian di gedung apartemen ini.
Hingga tahun 1996, diduga kebakaran apartemen Jinxin yang disengaja, mengakibatkan 2 korban kematian dan 61 orang luka-luka. Dikarenanya korban kematian terjadi berulang kali sehingga gedung apartemen ini baru diganti dengan nama “Jinxin Building”, menjadi upaya untuk meninggalkan dan melupakan masa lalu, akan tetapi bayang-bayang “rumah berhantu” tidak kunjung pergi, pada tahun 2010 terjadi kasus pembunuhan sepasang sejoli, hingga pada tahun 2020, dilaporkan ada seorang wanita secara khusus mendatangi apartemen Jinxin untuk tindakan bunuh diri, sehingga bangunan ini populer dengan sebutan tempat untuk bunuh diri.

Saat memasuki gedung apartemen ini, salah seorang penulis membeberkan bahwa ketentuan manajemen apartemen ini kurang displin, sangat longgar, bagian atap apartemen tidak ada pembatas dan sangat membahayakan.
Rumor apartemen Jinxin terdengar selama bertahun-tahun, masih ada seorang kurir memposting komenternya di salah satu grup Facebook “komunitas gaib” bahwa, saat mengantar pesanan, naik lift dan merasakan dalam lift berguncang dengan hebat lalu turun dengan kecepatan tinggi, dan berhenti di lantai 6 dan ke ruang bawah tanah, setelah pintu lift terbuka, di depannya ada tembok putih, membuatnya sangat ketakutan, kemudian baru kembali ke lantai 1.
Komentar Warganet Tentang Apartemen Berhantu “Jinxin Building”
Sehubungan ini, ada beberapa warganet memberikan komentar mereka diantaranya, “sebelumnya pernah melihat rumah dalam apartemen ini, karena tidak tahu ini bangunan berhantu, bertanya ke makelar rumah, kenapa di tempat ini terasa sangat dingin sekali”, “sebelumnya pernah tinggal di gedung ini, dan lift akan berhenti di lantai-lantai tertentu”, “Saya juga pernah mengalami hal-hal aneh, tapi saya sudah terbiasa dengan lift naik-turun pada malam hari”, komentar-komentar ini menambah suasana mencekam pada apartemen tersebut.
Hidup Seatap Dengan Ratusan Papan Nama Leluhur
Tidak hanya korban kematian yang terjadi di apartemen Jinxin, tetapi masih ada kabar lain yang juga cukup menakutkan, di lantai 6 bangunan ini ada yang menempatkan altar untuk sembahyang ratusan papan arwah, di tengahnya masih ada potret hitam putih 2 orang, pria dan wanita lansia, sepertinya difungsikan sebagai penghormatan kepada korban yang tewas akibat kebakaran hotel Shidai.
Lalu di lantai 14, lantai teratas dibangun kuil Dewa Tanah, konon kabarnya dipindahkan dari lantai dasar ke lantai teratas yang bertujuan sebagai penolak bala agar penghuni apartemen dapat tinggal dengan tenang.








