
Greta Thunberg bersama aktivis lainnya dalam ekspedisi kemanusiaan ke Gaza saat berangkat dari pelabuhan Barcelona, Spanyol, Minggu (31/8/2025). Foto: Nacho Doce/REUTERS
JAKARTA – PORTALBMI.ID – Salah satu kapal utama Global Sumud Flotila (GSF) yang dikenal sebagai “Family Boat” diserang drone di perairan Tunisia. Kapal tersebut membawa anggota pengarah GNF, serta berlayar dengan bendera Portugal. Kapal itu sedianya ingin menembus blokade Israel di Laut Mediterania dengan membawa bantuan untuk Gaza.
“Seluruh penumpang yang jumlahnya enam orang dalam keadaan selamat,” tulis pernyataan pers GSF Selasa (9/9).
Kapal “Family Boat” turut mengangkut aktivis terkenal seperti Greta Thunberg, Thiago Ávila, dan Yasemin Acar .
Menurut GSF, serangan itu sempat menyebabkan kebakaran di dek utama. Pihak GSF akan segera meng-update informasi secepatnya.
“Kerusakan akibat kebakaran terjadi di dek utama dan ruang penyimpanan bawah dek. Penyelidikan sedang berlangsung, dan ketika informasi lebih lanjut tersedia akan segera diumumkan,” lanjutnya
GSF mengecam serangan tersebut sebagai bentuk intimidasi. Menurut GSF, serangan tersebut tidak akan menyurutkan semangat untuk tetap berlayar ke Gaza.
“Misi perdamaian kami untuk menghentikan blokade Gaza dan ada dalam solidaritas dengan rakyatnya akan terus berjalan dengan tekad dan keteguhan”, tutup GSF.

Global Sumud Flotilla atau GSF merupakan gerakan masyarakat sipil yang melibatkan 44 negara, termasuk Indonesia. Sebanyak 30 WNI ikut dalam misi kemanusiaan ini.
Misi mereka adalah membawa bantuan kemanusiaan dengan cara berlayar ke Gaza. Ada lebih dari 50 kapal yang akan berangkat pada Rabu, 10 September 2025 dari pelabuhan Tunisia.








