
Sekjen SIKKAP Firdaus.S.IP.M.Sos (Pengamat Politik dan Kebijakan Kalimantan Barat). FOTO: Firdaus06/ portalbmi.id
PONTIANAK – PORTALBMI.ID – Kalimantan Barat adalah rumah besar bagi banyak suku, agama, dan budaya. Di provinsi ini, masyarakat Dayak, Melayu, Tionghoa, Madura, Jawa, Bugis, dan berbagai kelompok lainnya hidup berdampingan dalam suasana yang harmonis. Keberagaman tersebut menjadi kekayaan sosial yang patut dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pandangan hidup bangsa Indonesia mengajarkan pentingnya menghargai perbedaan. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi fondasi bagi masyarakat untuk membangun kehidupan yang damai, adil, dan penuh rasa persaudaraan.
Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Kalimantan Barat telah menunjukkan praktik toleransi yang nyata. Sikap saling menghormati antarumat beragama, gotong royong dalam berbagai kegiatan sosial, serta penghargaan terhadap tradisi dan budaya yang berbeda menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Perayaan budaya seperti Gawai Dayak, Robo-Robo, Cap Go Meh, dan berbagai tradisi lainnya menunjukkan bahwa keberagaman dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan. Perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup bersama, melainkan kekuatan yang memperkaya identitas Kalimantan Barat.
Menurut Firdaus, S.IP., M.Sos., Dosen Ilmu Politik Universitas Tanjungpura sekaligus Sekretaris Jenderal Moderasi Lintas Etnis, momentum Hari Lahir Pancasila harus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan di tengah keberagaman.
“Kita ingin lewat Hari Lahirnya Pancasila, kita merawat toleransi dan kemajemukan. Pancasila bukan hanya dihafalkan, tetapi harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari agar persatuan dan kerukunan masyarakat tetap terjaga,” ujar Firdaus.
Ia menambahkan bahwa Kalimantan Barat memiliki pengalaman panjang dalam kehidupan masyarakat yang majemuk. Karena itu, semangat saling menghormati, dialog, dan gotong royong perlu terus diperkuat agar berbagai perbedaan dapat menjadi sumber kekuatan bersama.
Nilai-nilai Pancasila mengajarkan bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras, maupun budaya. Sila Persatuan Indonesia mengingatkan bahwa keberagaman harus menjadi perekat bangsa, bukan sumber perpecahan.
Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat, masyarakat juga diharapkan lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar. Menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi menjadi bagian penting dari pengamalan nilai-nilai Pancasila.
Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila, masyarakat Kalimantan Barat diajak untuk terus memperkuat semangat toleransi, menjaga kemajemukan, dan membangun persaudaraan. Dengan demikian, keberagaman yang dimiliki dapat menjadi modal sosial yang berharga dalam mewujudkan daerah yang damai, maju, dan sejahtera.
(Firdaus06-PBMI)








