
Akses penghubung antara Kecamatan Teluk Keramat (Sekura) dan Kecamatan Tebas via Sungai Baru kini menjadi sorotan tajam masyarakat. FOTO: Aef05/PORTALBMI.ID
SAMBAS – PORTALBMI.ID – Akses penghubung antara Kecamatan Teluk Keramat (Sekura) dan Kecamatan Tebas via Sungai Baru kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Jalur vital yang menghubungkan kawasan sentra produksi pertanian dan perkebunan tersebut dinilai sudah tidak mampu lagi menampung volume kendaraan yang terus meningkat.
Warga dan pengguna jalan mendesak pemerintah daerah segera melakukan perbaikan dan pelebaran jalan demi keselamatan dan kelancaran mobilitas ekonomi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi jalan saat ini tergolong sempit dengan lebar badan jalan yang rata-rata hanya berkisar 3 hingga 4 meter. Ketika kendaraan roda empat atau truk bermuatan saling berpapasan, salah satu kendaraan terpaksa harus mengalah hingga turun ke bahu jalan yang kondisinya sering kali tidak rata.
Urat Nadi Perekonomian yang Terhambat dan Risiko Kecelakaan

Salah seorang warga, Supriadi (42), mengungkapkan bahwa jalur Sekura – Tebas via Sungai Baru ini merupakan rute alternatif terdekat yang sangat pada, terlebih dengan adanya Jembatan Sungai Sambas Besar (JSSB). Namun, kondisinya saat ini dinilai cukup membahayakan.
“Kalau berpapasan sama truk sawit atau truk sembako, salah satu harus berhenti total atau turun ke tanah. Kalau musim hujan, bahu jalannya becek dan licin, sering ada mobil yang amblas atau motor yang terpeleset,” keluh Supriadi.
Selain sempit, jalan yang berstatus jalan kabupaten ini juga mengalami kerusakan sepanjang 4-5 kilometer, yang sangat menganggu kelancaran perjalanan. Minimnya penerangan jalan di beberapa titik juga menambah risiko kecelakaan, terutama pada malam hari.
“Jalur ini bukan sekadar jalan penghubung biasa, melainkan urat nadi perekonomian bagi masyarakat kami. Apalagi saat leberan dan panen raya, tambah ramai dan macet, kalau malam juga gelap karena tidak ada lampu jalan,” ujar warga bernama Hasanah (50).
Komoditas unggulan seperti padi, jeruk, dan kelapa sawit didistribusikan melalui rute ini menuju pusat pasar di Tebas maupun ke arah Kota Sambas, Singkawang dan Pontianak. Volume kendaraan yang melonjak pasca-panen raya memperparah kemacetan akibat kerusakan dan penyempitan jalan .
Desakan Kepada Pemerintah Daerah

Masyarakat berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Pemerintah Kabupaten Sambas dapat memprioritaskan pelebaran jalan ini pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) mendatang. Tokoh masyarakat setempat menyatakan bahwa usulan pelebaran ini sebenarnya sudah sering disampaikan, namun hingga kini belum terealisasi secara menyeluruh.
Masyarakat sangat bergantung pada komitmen pemerintah kabupaten demi mewujudkan infrastruktur yang layak. Perbaikan dan pelebaran jalan Teluk Keramat – Tebas via Sungai Baru bukan lagi sekadar keinginan, melainkan kebutuhan mendesak untuk mendongkrak roda perekonomian dan menjamin keselamatan warga Kabupaten Sambas.
(Aef05-PBMI)







