
(Sumber Foto : Kantor Pekerja Migran dan Disabilitas Kota Taipei)
TAIPEI – PORTALBMI.ID – Departemen Ketenagakerjaan Kota Taipei hari Selasa (11/8) mengatakan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis pekerja migran mereka yang ketiga tahun ini akan digelar pada 16 Agustus pukul 12.30 hingga 15.00 di aula Taipei Main Station (TMS).
Pekerja migran hanya perlu membawa dokumen identitas yang dapat digunakan untuk menunjukkan bahwa mereka tinggal secara sah di Taiwan, kemudian langsung melakukan pendaftaran untuk mengikuti pemeriksaan secara gratis, kata departemen tersebut dalam rilis pers.
Dua puluh peserta pertama yang menyelesaikan kegiatan tersebut juga akan mendapatkan pengalaman pijat gratis selama 15 menit di panti yang berada di dalam Stasiun Taipei.
Kepala Kantor Pekerja Migran dan Disabilitas Taipei, Chen Kun-hung (陳昆鴻) menjelaskan bahwa pemeriksaan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, kedokteran gigi, THT (telinga, hidung, tenggorokan), penyakit dalam, ginekologi, kedokteran psikosomatis, serta pengobatan tradisional Tiongkok.
Belakangan ini, jumlah pendaftar untuk pemeriksaan mata dan tes refraksi serta ultrasonografi abdomen meningkat berlipat ganda, menunjukkan bahwa pekerja migran semakin memerhatikan kesehatan mata dan kesadaran mereka terhadap upaya pencegahan penyakit juga meningkat, kata Chen.
Selain itu, Chen mengatakan bahwa baru-baru ini Departemen Kedokteran Okupasi dan Lingkungan National Taiwan University Hospital turut bergabung dalam tim tenaga medis pemeriksaan kesehatan.
Tim tersebut berfokus pada dampak pekerjaan terhadap kesehatan, memberikan konsultasi kesehatan di lokasi, sekaligus mengedukasi pekerja migran mengenai keselamatan kerja dan hak-hak pekerja, serta mengajarkan cara melindungi diri dan mencegah terjadinya penyakit maupun cedera akibat pekerjaan, ujarnya.

Menurut statistik Kantor Pekerja Migran dan Disabilitas, terdapat hampir 50.000 pekerja migran di Taipei, dengan 74 persen di antaranya berasal dari Indonesia dan sebagian besar bekerja sebagai perawat rumah tangga.
Kondisi ini berbeda dengan daerah lain yang lebih banyak mendatangkan pekerja migran untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di pabrik sehingga mereka perlu dikelola secara terpusat, menurut kantor tersebut.
Karakteristik pekerja migran di Taipei dinilai mendukung penyelenggaraan kegiatan pemeriksaan kesehatan khusus, sementara akses transportasi ke TMS juga mudah, sehingga mereka yang tidak bekerja di Taipei juga dapat ikut serta, kata kantor tersebut.
Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini telah diselenggarakan dua hingga empat kali setiap tahun sejak 2004, dengan jumlah pekerja migran yang telah menerima manfaatnya mencapai lebih dari 20.000 orang, menurut kantor tersebut.
(Red-PBMI)








