
JAKARTA – PORTALBMI.ID – Dikembangkan selama tiga tahun, The Rope Curse 4: Kuntilanak memadukan tradisi kepercayaan dan ritual kuil Taiwan, praktik pengusiran roh jahat Zhong Kui, serta legenda Kuntilanak yang sangat dikenal di Indonesia.
Dengan proses syuting yang juga dilakukan langsung di Indonesia, film ini menghadirkan unsur horor lintas budaya yang berbeda dari film-film sebelumnya dalam waralaba The Rope Curse.
Sejak tayang di Taiwan, film ini telah mengumpulkan pendapatan box office lebih dari NT$81 juta (sekitar Rp44,8 miliar), menjadikannya film dengan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah waralaba The Rope Curse.

Selain aktor Indonesia Ferry Salim dan Andovi da Lopez, film ini juga dibintangi oleh Vera Chen, Wilson Hsu, Po Cheng Chen, Hangee Liu, dan Travis Hu.
The Rope Curse 4: Kuntilanak diproduksi dan dipasarkan oleh WOWing Entertainment Group, serta didistribusikan di Taiwan oleh Machi Xcelsior Studios. Film ini digarap oleh produser Jeff Tsou dan sutradara Liao Shih-Han bersama tim kreatif peraih penghargaan dari seri sebelumnya.
The Rope Curse 4: Kuntilanak resmi tayang di bioskop Indonesia pada 23 Oktober 2026. Film ini juga dijadwalkan tayang di Kamboja pada 29 Oktober dan Vietnam pada 11 November 2026, membawa kisah horor hasil kolaborasi Taiwan dan Indonesia kepada lebih banyak penonton di Asia.
(Red-PBMI)







