
BANYUMAS – PORTALBMI.ID – Kekompakan masyarakat Banyumas kini diuji. Sejumlah warga, keluarga korban, dan Aliansi Rakyat Banyumas (ARB) berkumpul di posko depan Menara Pandang (Menara Teratai) hari ini pukul 10.00, memprotes kebijakan Bupati Sadewo yang dinilai menempatkan rakyat di posisi terancam , bahkan bupati telah tega menghentikan UHC yang akhirnya masyarakat buat aksi karena memperjuangkan hak atas kesehatan dan keselamatan hidup.
Kemarahan publik memuncak setelah program UHC dinonaktifkan di sejumlah layanan langkah yang menurut warga langsung berdampak pada akses perawatan dan keselamatan pasien. Seorang warga yang menjadi korban dampak kebijakan itu, yang meminta namanya disamarkan, menyatakan dengan tegas: “Bupati Sadewo mikir apa? Deweke dadi bupati bae, sekang rakyat sing milih malah rakyat arep digawe kon pada mati apa kepriwe.” Pernyataan ini mencerminkan rasa frustrasi mendalam dari masyarakat yang merasa dikhianati oleh pemimpin yang mereka pilih.
Selain persoalan kesehatan, warga juga menyoroti beberapa sengketa agraria yang belum terselesaikan. Kasus Kebondalem terus membara tanpa penyelesaian memuaskan, dan gugatan warga terkait sengketa tanah masih menumpuk. Keluhan-keluhan ini memperkuat dugaan bahwa pemerintahan Bupati Sadewo tidak peka terhadap nasib rakyatnya dan gagal menyelesaikan persoalan mendasar yang mengancam mata pencaharian warga.
ARB menegaskan bahwa solidaritas rakyat Banyumas bukan sekadar retorika: gerakan ini tumbuh dari pengalaman nyata warga yang kehilangan hak-hak dasar. ARB menuntut langkah tegas pemerintah daerah dan keterbukaan proses penyelesaian masalah dengan ancaman akan terus mengorganisir aksi lebih besar bila tidak ada itikad baik dari Bupati Sadewo.
Pesan ARB kepada pemerintah pusat tegas: cepat turun tangan dan lakukan audit independen terhadap kebijakan yang berdampak pada layanan kesehatan publik serta penanganan sengketa tanah.
“Kami curiga ada pelanggaran prosedur dalam pemerintahan. Jika dibiarkan, rakyat yang akan terus menanggung akibatnya,”
Aksi hari ini di posko Menara Pandang akan ada titik kumpu pukul 10.00 dan orasi dilakukan di aun au purwoketo pengumpulan bukti-bukti kasus warga terdampak, serta penyampaian tuntutan resmi kepada instansi terkait. ARB meminta perhatian media dan lembaga pengawas untuk mendokumentasikan dan memastikan tidak ada intimidasi terhadap peserta aksi.
Kepada Bupati Sadewo, warga dan ARB menyampaikan pesan tegas: segera kembalikan akses layanan kesehatan yang telah dinonaktifkan, dan selesaikan sengketa agraria serta gugatan tanah secara adil dan transparan. Publik menuntut akuntabilitas bukan pembiaran yang mengorbankan nyawa dan masa depan rakyat Banyumas.
(Imam06-PBMI)








