
TANGERANG SELATAN – Si jago merah mengamuk di kawasan Jalan KH Wahid Hasyim No. 94 E, Kelurahan Jurang Mangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, pada Minggu (1/2) sore. Kebakaran besar tersebut menghanguskan area seluas 2.500 meter persegi yang berisi bahan tekstil, bahan kimia, material dekorasi bangunan, hingga sebuah bangunan warung kopi (warkop).
Api dilaporkan mulai terlihat sekitar pukul 17.52 WIB. Mengingat banyaknya material yang mudah terbakar, api dengan cepat menjalar dan melahap seluruh isi bangunan. Upaya pemadaman berlangsung dramatis hingga Senin (2/2) dini hari, melibatkan total 29 unit mobil pemadam kebakaran dari lintas wilayah.
Kendala di Lapangan

Meski armada pemadam tiba di lokasi hanya delapan menit setelah laporan masuk, petugas sempat mengalami kendala dalam mengakses titik api. Banyaknya warga yang berkerumun untuk menonton serta kepadatan kendaraan roda dua dan roda empat di sekitar lokasi menghambat mobilitas unit damkar.
“Dugaan sementara api berasal dari korsleting listrik. Luas area yang terbakar mencapai 2.500 meter persegi dengan estimasi kerugian materiil mencapai kurang lebih Rp7 Miliar,” tulis laporan resmi petugas di lapangan.
Pengerahan Pasukan Gabungan
Skala kebakaran yang besar memaksa Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan mengerahkan 10 unit armada. Bantuan tambahan juga datang dari Kota Tangerang sebanyak 15 unit dan DKI Jakarta sebanyak 4 unit.
Selain 50 personel damkar, operasi ini dibantu oleh puluhan relawan dari berbagai organisasi seperti Semut Tangsel, Laju Peduli, Sahabat Yatim Rescue, hingga tim medis dari UIN Jakarta dan KSR PMI Pondok Aren yang menyiagakan ambulans.
Korban dan Kondisi Terkini
Dalam peristiwa ini, dilaporkan satu orang anggota pemadam kebakaran mengalami cedera ringan saat berjibaku memadamkan api. Korban langsung mendapatkan penanganan medis di lokasi.
Hingga Senin (2/2) pukul 05.00 WIB, api dinyatakan telah terkendali. Namun, sejumlah personel Damkar Tangsel masih disiagakan di lokasi kejadian (standby) untuk melakukan pendinginan dan mengantisipasi munculnya kembali titik api dari sisa-sisa material kimia dan tekstil yang terbakar.

Foto dokumentasi: Riko Relawan Damkar Tangsel







