
Jembatan yang menjadi akses utama penghubung antar kecamatan dan kabupaten terancam putus. FOTO : Aep05-PBMI
SAMBAS – PORTALBMI.ID – Kecamatan Paloh, Kab. Sambas, Kalimantan Barat merupakan daerah perbatasan negara yang terletak di pesisir pantai yang berbatasan langsung dengan Laut China Selatan (LCS) sehingga sangat rawan akan bencana pesisir seperti gelombang tinggi, abrasi dan banjir rob.
Salah satu dampaknya adalah rusaknya infrastruktur fisik seperti jalan dan jembatan, hal ini terjadi di Jembatan Matang Danau, Paloh yang mana Jembatan yang menjadi akses utama penghubung antar kecamatan dan kabupaten terancam putus.
“Bahwa benar terjadi kerusakan Jembatan Matang Danau, setelah wilayah pesisir Kab. Sambas dilanda cuaca buruk disertai gelombang laut tinggi dan banjir rob beberapa waktu lalu, ujar Halipi Kepala Desa Matang Danau.

Mengantisipasi risiko yang lebih besar, pemerintah desa telah melaporkan kejadian tersebut kepada instansi terkait dan melakukan penanganan sementara agar jembatan masih dapat dilalui oleh kendaraan dan masyarakat.
“Untuk sementara sudah kami timbun bagian jembatan yang berlubang menggunakan pasir supaya kendaraan tetap bisa melintas dan sudah kami laporan ke pihak terkait. Harapannya, kerusakan jembatan ini bisa segera mendapat tindak lanjut dan penanganan permanen,” ujarnya.
Bujang yang merupakan masyarakat setempat mengungkapkan kondisi yang sama sudah terjadi sejak tahun 2023, sehingga rasa cemas dan khawatir jika Jembatan Matang Danau tersebut kembali dihantam gelombang tinggi dan banjir rob keruskan bisa lebih parah bahkan memutuskan jalur perbatasan.
“Kondisi jembatan sekarang masih bisa dilewati, namun jika ada lagi gelombang besar datang yang disertai bajir rob, kami takut jembatan ini tidak kuat dan bisa putus,” ujar Bujang.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret dalam waktu dekat yaitu adanya jembatan baru yang lebih kokoh, kuat dari hantaman gelombang dan bajir rob serta penanaman bakau atau mangrove.
“Selaku masyarakat kami berharap dalam waktu ada jembatan baru yang permanen dan kokoh, bila perlu dipertimbangkan supaya pembangunan jembatan baru dibangun tempat yang aman dan wilayah peisisr ditanami bakau,” tutup Bujang.
(Aep05-PBMI)








