
TAIPEI – PORTALBMI.ID – Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Taiwan menggelar Sporture 2026 pada 25-27 September di National Taiwan University (NTU) dan National Taiwan University of Science and Technology (NTUST).
Kegiatan ini menggabungkan pertandingan olahraga dengan pentas budaya Indonesia.Ketua Pelaksana Sporture 2026 Sufyan Romzi mengatakan, Sporture merupakan peleburan dua kegiatan yang sebelumnya digelar terpisah oleh departemen berbeda di PPI Taiwan.

“Karena menggabungkan dua rumpun itu, ada olahraga dan budaya, kita coba yang namanya tidak mewakili satu rumpun saja. Tetapi kita coba gabungkan, namanya Sporture,” ujar Sufyan.
Kegiatan tahun ini mengusung tema “Start, Play, Give”.Ketua Umum PPI Taiwan periode 2025-2026 Nurul Dzakiyyah mengatakan Sporture tidak hanya menjadi ruang silaturahmi antar pelajar Indonesia, tetapi juga memperkuat koneksi dengan komunitas Indonesia di Taiwan.
“Bukan hanya menghubungkan pelajar Indonesia di Taiwan tetapi juga komunitas Indonesia di Taiwan. Membangun koneksi dan berkompetisi dengan sehat,” kata Nurul.

Tercatat 232 peserta mengikuti Sporture 2026. Rinciannya, 40 peserta mengikuti Mobile Legends secara daring, 55 peserta bola basket yang terbagi dalam 5 tim, 32 peserta bulu tangkis, dan 105 peserta futsal yang terbagi dalam 10 tim.
Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Ketua International Student Association (ISA) NTUST Michael Angela dan Ketua ISA NTU Annisa Aurellia Jasmine.
Selain pertandingan, Sporture menghadirkan bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kuliner Indonesia, pertunjukan tari, serta pameran pakaian tradisional yang dapat dicoba pengunjung.

Rangkaian acaranya, pertandingan bola basket dan bazar budaya digelar di NTUST pada Sabtu (26/9), bersamaan dengan pertandingan bulu tangkis di NTU. Sementara pertandingan futsal berlangsung di NTUST pada Minggu (27/9) mulai babak penyisihan hingga final dan penyerahan hadiah. Bazar budaya berlangsung hingga sore hari.
Sufyan menyebut kegiatan ini terbuka untuk umum, mulai dari pelajar, mahasiswa Taiwan, mahasiswa asing, pekerja migran Indonesia (PMI), hingga masyarakat umum.
Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei Arif Sulistiyo menilai penyelenggaraan Sporture tahun ini semakin meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kehadirannya kali ini merupakan yang ketiga.
“Acara semakin meriah dan harapannya nantinya ini bisa diikuti oleh semua pelajar Indonesia yang ada di Taiwan,” ujar Arif.

Arif berharap kegiatan tidak hanya diikuti mahasiswa dari kampus penyelenggara. Ia mencontohkan NTUST yang memiliki sekitar 700 mahasiswa Indonesia.
“Harapannya ini bisa diikuti tidak hanya pelajar di NTUST tapi juga kampus-kampus yang ada di Taiwan,” katanya.
Ia juga berharap kegiatan PPI Taiwan dapat terus berkembang, tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan budaya dan kuliner Indonesia, serta mendorong pelajar Indonesia untuk berkarya setelah menyelesaikan studi, baik di Indonesia maupun Taiwan.
Penulis: Redaksi portalbmi.id Editor: Budi SUMBER BERITA: Central News Agency (CNA) / Focus Taiwan









