
JAKARTA – PORTALBMI.ID – Perkembangan investasi China di sektor pelabuhan menjadi salah satu bagian penting dalam pertumbuhan konektivitas dan perdagangan maritim dunia, Minggu (27/9/26).
Data Council on Foreign Relations (CFR) dalam kajian Tracking China’s Control of Overseas Ports mencatat terdapat 145 proyek pelabuhan di luar negeri yang melibatkan entitas China, dengan rincian 132 proyek masih aktif dan 13 proyek berstatus tidak aktif karena dibatalkan atau ditangguhkan.
Keterlibatan tersebut hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari kepemilikan saham, investasi infrastruktur, pengelolaan terminal hingga kerja sama operasional. Karena itu, CFR menegaskan angka 145 proyek tidak dapat diartikan sebagai 145 pelabuhan yang seluruhnya dimiliki China.
CFR mencatat perkembangan tersebut merupakan bagian dari semakin kuatnya jaringan perdagangan dan konektivitas maritim China di berbagai kawasan. Posisi itu sejalan dengan besarnya ketergantungan perdagangan China terhadap transportasi laut, di mana sekitar 95 persen perdagangan internasional China berlangsung melalui jalur maritim.
Investasi Pelabuhan Tingkatkan Kapasitas LogistikInvestasi pada infrastruktur pelabuhan pada dasarnya dapat memberikan sejumlah manfaat ekonomi. Di antaranya meningkatkan kapasitas bongkar muat, memperkuat konektivitas antarnegara, memperlancar arus barang, serta mendukung integrasi rantai pasok global.
Pelabuhan bukan hanya tempat kapal datang dan pergi, tetapi merupakan bagian dari jaringan logistik yang menghubungkan kawasan industri, pusat produksi, pasar, dan konsumen. Dengan infrastruktur yang memadai, waktu distribusi dapat ditekan dan kapasitas perdagangan dapat ditingkatkan.
Peluang bagi Negara MitraBagi negara penerima investasi, masuknya modal dan keahlian dari perusahaan internasional dapat menjadi peluang untuk mempercepat pengembangan infrastruktur pelabuhan.
Pelabuhan yang memiliki fasilitas lebih modern dan kapasitas lebih besar dapat meningkatkan efisiensi logistik serta membuka peluang perdagangan yang lebih luas.
Dalam konteks Indonesia, penguatan konektivitas maritim memiliki arti penting karena Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jalur perdagangan yang strategis di kawasan Indo-Pasifik.
Konteks Kerja Sama Indonesia-ChinaKerja sama ekonomi Indonesia dan China juga terus berkembang. Pemerintah Indonesia dan China mendorong implementasi Two Countries, Twin Parks (TCTP) yang mencakup pengembangan kawasan industri, investasi, konektivitas dan penguatan rantai pasok.
Pada 2026, pemerintah Indonesia menyampaikan adanya komitmen investasi baru sekitar US$500 juta dari 10 nota kesepahaman (MoU) dalam rangkaian kerja sama TCTP.
Kerja sama tersebut menunjukkan hubungan ekonomi kedua negara tidak hanya berkaitan dengan perdagangan barang, tetapi juga mencakup pengembangan ekosistem industri dan konektivitas. Hal tersebut ditegaskan kembali dalam China–Indonesia Two Countries Twin Parks Investment Promotion Conference pada September 2026.
Momentum Penguatan Pelabuhan NasionalBagi Indonesia, perkembangan investasi pelabuhan global dapat menjadi momentum untuk terus memperkuat pelabuhan nasional agar mampu menjadi pusat konektivitas regional dan internasional.
Salah satu proyek yang diarahkan untuk mendukung tujuan tersebut adalah Pelabuhan Internasional Hub Kuala Tanjung. Proyek ini dikembangkan untuk meningkatkan konektivitas logistik dan menangkap potensi arus perdagangan internasional di wilayah barat Indonesia, sebagaimana dicatat Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP).
Kerja Sama dan Tata Kelola Berjalan BersamaInvestasi asing di sektor pelabuhan pada akhirnya membutuhkan tata kelola yang transparan dan kepastian regulasi.
Keterlibatan perusahaan asing dapat memberikan manfaat berupa modal, teknologi, pengalaman pengelolaan dan akses jaringan global. Sementara pemerintah negara penerima tetap memiliki peran penting dalam memastikan investasi berjalan sesuai peraturan nasional dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, investasi pelabuhan dapat menjadi bagian dari strategi memperkuat perdagangan, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan konektivitas serta memperkuat posisi negara dalam rantai pasok global.
RedSumber:
1. Sumber Utama:Council on Foreign Relations (CFR) – Tracking China’s Control of Overseas Ports, diperbarui 15 Juli 2026.
2. Sumber Pendukung:
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia – keterangan resmi mengenai kerja sama Indonesia-China Two Countries, Twin Parks (TCTP) dan komitmen investasi 2026.
Penulis: Redaksi portalbmi.idEditor: Budi








